Fenomena Langit Terindah

1. Belt of venus

7902922994_f616054bc5_z

Belt of Venus (sabuk Venus) adalah fenomena yang terjadi di atmosfer bumi dimana langit terlihat sangat indah dan menakjubkan dengan warna pink kecoklatan dan terlihat ada batas cakrawala dengan bayangan bumi yang terlihat gelap. Sabuk venus dapat terlihat dengan sangat jelas pada saat matahari akan terbit dan tenggelam, dimana keadaan awan tidak berawan dan sangat berdebu.

2. Moonbows

tumblr_m9g0daFlzd1rt050io1_1280

Moonbows adalah kemunculan pelangi yang dihasilkan dari cahaya permukaan bulan. Pelangi biasanya muncul setelah hari hujan dan matahari bersinar cerah, maka pada saat itulah muncul pelangi. Cahaya bulan menghasilkan moonbows yang indah dan menakjubkan. Kemunculan moonbows relatif samar dan tidak secerah dan seterang pelangi, seperti yang kita tahu cahaya bulan tidak seterang cahaya matahari. Fenomena moonbows pernah terjadi di air terjun Taman Nasional Yosemite, Amerika.

3. Halo

Halo-Matahari

Halo adalah sebuah fenomena yang terjadi dilangit pada siang hari. Pada saat itu, matahari terlihat dikelilingi lingkaran pelangi yang sangat besar. Banyak yang menyebut matahari bercincin. Secara ilmiah kejadian ini yg terjadi di wilayah atmosfer bumi. Baik pada awan yang menutupi matahari maupun bulan. Hal itu kerap terjadi pada saat habis hujan tapi langit masih berkabut dan matahari memancar.

4. Sun Dog

sundog2008

Sun Dog adalah fenomena dimana cahaya matahari terlihat seperti memiliki bayangan di kedua sisinya atau sering disebut juga matahari kembar. Fenomena Sun Dog yang indah dan menakjubkan ini adalah ilusi optik yang terjadi di atmosfer. Ketika cahaya matahari menembus kumpulan lempeng-lempeng kristal es hexagonal yang berada dilangit dan tersusun secara horisontal. Sehingga mengakibatkan cahaya matahari tersebut dibelokan sejauh sudut 22 derajat. Sun Dog dapat terlihat jelas pada saat posisi horizon yang rendah atau pada saat matahari terbenam atau terbit, seperti yang terjadi di Fargo, Dakota Utara.

5. Fire rainbow

fire-rainbow

Fire rainbow (pelangi api) adalah fenomena yang sangat indah dan menakjubkan dan terjadi di langit. Fire rainbow terjadi di awan cirrus dan biasanya setinggi 20.000 kaki di udara yang mengandung kristal-kristal es pada saat matahari tepat berada pada posisi 58 derajat maka terjadilah Fire raibow. Fire rainbow terjadi pada tahun 2006 di langit Idaho bagian utara atau dekat perbatasan Washington DC.

6. Light pilars

h1usf2qj

Light pilars (pilar cahaya) adalah hasil ilusi optik yang terjadi di langit. Hampir mirip dengan fatamorgana, fenomena visual ini terjadi pada saat adanya refleksi dari sebuah cahaya (bisa dari cahaya matahari, bulan atau lampu jalanan) yang dipantulkan oleh kristal-kristal es yang hasilnya membentuk cahaya horizontal paralel yang kemudian tertangkap oleh mata manusia. Fenomena pilar cahaya yang indah dan menakjubkan ini kerap terjadi, misalnya pada saat matahari akan terbenam di Tucson (Arizona), pilar cahaya di Danau Lucerne (Wisconsin).

7. Supermoon

Supermoon-640x396

Supermoon adalah suatu fenomena dimana bulan penuh terlihat lebih besar dari pada biasanya yang baru terjadi pada 19 Maret 2011 lalu. Supermoon menggambarkan dimana keadaan posisi orbit bulan berada paling dekat dengan bumi atau disebut juga dengan perigee (terlihat lebih besar 12 % dari biasanya). Pada saat itu jarak bulan ke bumi berjarak 356,577 km sedangkan pada hari-hari biasa berjarak 384,403 dan ini terjadi dalam kurun waktu 18 tahun terakhir. Supermoon dapat terlihat jelas di hampir seluruh wilayah Indonesia. Fenomena Supermoon sering dikaitkan dengan akan datangnya bencana, seperti gempa bumi, yang pada tanggal 11 Maret 2011 memang terjadi gempa bumi dasyat berpotensi tsunami di Jepang. Tetapi teori atau issu ini belum dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

8. Mammatus cloud

Image.aspx

Mammatus cloud adalah suatu fenomena dimana awan dilangit berbentuk seperti balon terbalik, bergelembung-gelembung, bergelombang terlihat sangat lembut, halus dan membentuk formasi yang sangat indah dan menakjubkan. Mammatus cloud terbentuk dari berbagai macam formasi kristal-kristal es di awan yang terbentang sejauh ratusan kilometer. Biasanya terjadi di awan cumulonimbus, altocumulus, altostratus dan awan cirrus. Ada banyak mekanisme terbentuknya Mammatus cloud ini. Meskipun awan ini sangat indah, namun perlu diwaspadai bahwa Mammatus cloud merupakan pertanda akan datangnya cuaca yang ekstrim atau akan datang badai. Mammatus cloud pernah terjadi di San Antonio, Texas pada tahun 2009.

9. Lenticular Clouds

lenticularlogo

Awan lenticular adalah awan yang mempunyai bentuk yang unik, indah, menakjubkan, besar dan ada yang menyangka bahwa itu adalah penampakan UFO. Awan lenticular biasa muncul tempat yang tinggi seperti disekitar pegunungan dan bukit-bukit. Awan lenticular terjadi karena udara yang bergerak secara vertikal, dimana udara lembab mengalir stabil di atas gunung atau bukit kemudian datang gelombang angin berskala besar mengalir ke arah gunung yang kemudian “terjebak” dalam udara lembab tersebut dan membentuk lapisan-lapisan awan besar yang disebut awan lenticular. Berbagai bentuk awan lenticular yang indah dan menakjubkan berhasil diabadikan dengan kamera, salah satu yang terindah terjadi di puncak gunung Fuji di Jepang.

10. Aurora

Northern Lights

Aurora adalah suatu fenomena yang sangat indah, menakjubkan dan sangat mengagumkan yang terjadi di Kutub Utara dan Kutub Selatan yang terjadi pada malam hari. Meskipun saya belum pernah melihat secara langsung (hanya melalui televisi, gambar dll), namun bisa dibayangkan betapa indahnya auroro tersebut. Aurora adalah suatu fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala, berwarna-warni, dengan bentuk yang sangat indah yang terjadi dilapisan ionosfer dari sebuah planet (dalam hal ini bumi) sebagai akibat adanya interaksi medan magnet planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari. Di Kutub Utara dikenal dengan nama Aurora Borealis dan di Kutub Selatan dikenal dengan Aurora Australis. Cahaya aurora kadang berwarna hijau, merah, biru, jingga sehingga terlihat sangat indah dilangit malam.

 

Ilmuwan-Ilmuwan Islam yang Berjasa di Bidang Astronomi

Ilmuwan Islam begitu banyak memberi kontribusi bagi pengembangan dunia astronomi. Buah pikir dan hasil kerja keras para sarjana Islam di era tamadun itu diadopsi serta dikagumi para saintis Barat. Inilah beberapa ahli astronomi Islam dan kontribusi yang telah disumbangkannya bagi pengembangan astronomi.

1. Al-Battani (858-929).

Sejumlah karya tentang astronomi terlahir dari buah pikirnya. Salah satu karyanya yang paling populer adalah al-Zij al-Sabi. Kitab itu sangat bernilai dan dijadikan rujukan para ahli astronomi Barat selama beberapa abad, selepas Al-Battani meninggal dunia. Ia berhasil menentukan perkiraan awal bulan baru, perkiraan panjang matahari, dan mengoreksi hasil kerja Ptolemeus mengenai orbit bulan dan planet-planet tertentu. Al-Battani juga mengembangkan metode untuk menghitung gerakan dan orbit planet-planet. Ia memiliki peran yang utama dalam merenovasi astronomi modern yang berkembang kemudian di Eropa.

 

2. Al-Sufi (903-986M)

Orang Barat menyebutnya Azophi. Nama lengkapnya adalah Abdur Rahman as-Sufi. Al-Sufi merupakan sarjana Islam yang mengembangkan astronomi terapan. Ia berkontribusi besar dalam menetapkan arah laluan bagi matahari, bulan, dan planet dan juga pergerakan matahari. Dalam Kitab Al-Kawakib as-Sabitah Al-Musawwar, Azhopi menetapkan ciri-ciri bintang, memperbincangkan kedudukan bintang, jarak, dan warnanya. Ia juga ada menulis mengenai astrolabe (perkakas kuno yang biasa digunakan untuk mengukur kedudukan benda langit pada bola langit) dan seribu satu cara penggunaannya.

3. Ibnu Yunus (950-1009M)

Ibnu Yunus bernama lengkap Abu al-Hasan Ali abi Said Abd al-Rahman ibnu Ahmad ibnu Yunus al-Sadafi al-Misri. a adalah astronom agung yang terlahir di negeri piramida, Mesir. Sayangnya, sejarah kehidupan masa kecilnya nyaris tak ditemukan. Para sejarawan terbagi dalam dua pendapat soal tahun kelahiran sang ilmuwan. Sebagian kalangan meyakini Ibnu Yunus lahir pada tahun 950 M dan ada pula yang berpendapat pada 952 M. Ibnu Yunus terlahir di kota Fustat, Mesir. Pada saat masih belia, sang astronom legendaris itu menjadi saksi jatuhnya Mesir ke genggaman Dinasti Fatimiyah. Kekhalifahan yang menganut aliran Syiah itu mendirikan pusat kekuasaannya di Kairo pada 969 M. Karya penting Ibnu Yunus dalam astronomi yang lainnya adalah Kitab ghayat al-intifa. Kitab itu berisi tabel bola astronomi yang digunakan untuk mengatur waktu di Kairo, Mesir hingga abad ke-19 M. Sebagai astronom terpandang, Ibnu Yunus melakukan penelitian dan observasi astronomi secara hati-hati dan teliti. Tak heran, jika berbagai penemuannya terkait astronomi selalu akurat dan tepat. Ibnu Yunus juga diyakini para sejarawan sebagai orang pertama yang menggunakan bandul untuk mengukur waktu pada abad ke-10 M. Ia menggunakan bandul untuk memastikan akurasi dan ketepatan waktu. Dengan begitu, Ibnu Yunus merupakan penemu pertama bandul waktu, bukan Edward Bernard dari Inggris, seperti yang diklaim masyarakat Barat. Tak cuma itu, Ibnu Yunus juga telah mampu menjelaskan 40 planet pada abad ke-10 M. Selain itu, ia juga telah menyaksikan 30 gerhana bulan. Ia mampu menjelaskan konjungsi planet secara akurat yang terjadi pada abad itu. “Konjungsi Venus dan Merkurius pada Gemini. Waktu itu kira-kira delapan ekuinoksial jam setelah pertengahan hari, di hari Ahad. Merkurius berada di utara Venus dan garis lintang mereka berbeda tiga derajat,” tutur Ibnu Yunus. Buah pemikiran Ibnu Yunus mampu mempengaruhi ilmuwan Barat. ”Pada abad ke-19 M, Simon Newcomb menggunakan teori yang ditemukan Ibnu Yunus untuk menentukan percepatan bulan,” papar John J O’Connor, dan Edmund F Robertson, dalam karyanya Abul-Hasan Ali ibnu Abd al-Rahman ibnu Yunus”. Ibnu Yunus juga telah membuat rumus waktu. Ia menggunakan nilai kemiringan sudut rotasi bumi terhadap bidang ekliptika sebesar 23,5 derajat. Tabel tersebut cukup akurat, walaupun terdapat beberapa error untuk altitude yang besar. Ibnu Yunus juga menyusun tabel yang disebut Kitab as-Samt berupa azimuth matahari sebagai fungsi altitude dan longitude matahari untuk kota Kairo. Selain itu, disusun pula tabel a(h) saat equinox untuk h = 1, 2, …, 60 derajat. Sebagai bentuk pengakuan dunia astronomi terhadap kiprahnya, namanya diabadikan pada sebuah kawah di permukaan bulan. Salah satu kawah di permukaan bulan ada yang dinamakan Ibn Yunus. Ia menghabiskan masa hidupnya selama 30 tahun dari 977-1003 M untuk memperhatikan benda-benda di angkasa. Dengan menggunakan astrolabe yang besar, hingga berdiameter 1,4 meter, Ibnu Yunus telah membuat lebih dari 10 ribu catatan mengenai kedudukan matahari sepanjang tahun.

4. Al-Farghani

Nama lengkapnya Abu’l-Abbas Ahmad ibn Muhammad ibn Kathir al-Farghani. Ia merupakan salah seorang sarjana Islam dalam bidang astronomi yang amat dikagumi. Beliau adalah merupakan salah seorang ahli astronomi pada masa Khalifah Al-Ma’mun. Dia menulis mengenai astrolabe dan menerangkan mengenai teori matematik di balik penggunaan peralatan astronomi itu. Al-Farghani melakukan eksperimen untuk menentukan diameter bumi. Ia menjabarkan pula jarak dan diameter planet-planet lainnya. Astronom ini juga memperkenalkan istilah-istilah dari bahasa Arab asli seperti azimuth, zenith, nadir,dansebagainya. Al-Farghani menulis dua karya yang masyhur. Salah satunya adalah Fi al-Harakat al-Samawiya wa Jawami Ilm al-Nujum. Buku tersebut mengupas gerakan celestial dan kajian atas bintang. Naskah asli berbahasa Arab kedua buku itu sampai saat ini masih tersimpan di Paris (Prancis) dan Berlin (Jerman). Pada abad ke-12 M, karya Al-Farghani telah diterjemahkan dengan judul The Elements of Astronomy. Terjemahan ini telah memberi pengaruh besar bagi perkembangan astronomi di Eropa sebelum masa Regiomontanus.

5. Al-Zarqali (1029-1087M).

Saintis Barat mengenalnya dengan panggilan Arzachel. Wajah Al-Zarqali diabadikan pada setem di Spanyol, sebagai bentuk penghargaan atas sumbangannya terhadap penciptaan astrolabe yang lebih baik. Al-Zalqali menemukan fakta bahawa orbit planet itu adalah edaran eliptik bukan edaran sirkular, Al-Zarqali juga mampu mengoreksi data geografis yang dibuat Ptolemeus. Secara khusus, dia mengoreksi panjang Laut Mediterania. Al-Zarqali juga mampu menemukan sejumlah fakta penting terkait rahasia langit, seperti planet, bintang, bulan dan matahari. Beliau telah menciptakan jadwal Toledan dan juga merupakan seorang ahli yang menciptakan astrolabe yang lebih kompleks bernama Safiha. Astrolabe itu tak bergantung pada garis lintang pengamatnya dan bisa digunakan di manapun di seluruh dunia.

6. Jabir Ibn Aflah (1145M)

Sejatinya Jabir Ibn Aflah atau Geber adalah seorang ahli matematik Islam berbangsa Spanyol. Namun, Jabir pun ikut memberi warna da kontribusi dalam pengembangan ilmu astronomi. Geber, begitu orang barat menyebutnya, adalah ilmuwan pertama yang menciptakan sfera cakrawala mudah dipindahkan untuk mengukur dan menerangkan mengenai pergerakan objek langit. Jabir bin Aflah adalah astronom Muslim pertama di Eropa yang membangun observatorium Giralda. Observatorium ini terletak di kota kelahirannya, Serville. Adapun karya astronominya antara lain buku berjudul The Book of Astronomy. Salinan buku ini sampai sekarang masih tersimpan di Berlin. Dalam buku tersebut, Jabir dengan tajam mengkritik beberapa pandangan dan pikiran astronom Ptolemaneus, terutama pendapat yang menegaskan bahwa planet-planet yang paling dekat dengan matahari–merkurius dan venus–tidak mempunyai nilai parallax, yaitu perubahan kedudukan suatu benda karena perpindahan tempat pengamatan. Jabir sendiri memberi nilai parallax sekitar 3 derajat untuk matahari. Juga menyatakan bahwa planet-planet lebih dekat dengan bumi daripada dengan matahari.

Berikut ini adalah video tentang ilmuwan islam lainnya